Profil Tony Davies, Panglima Militer Selandia Baru yang Mundur akibat Hubungan Tidak Pantas

Wellington, 25 Oktober 2026 – Marsekal Udara Tony Davies menjadi sorotan internasional setelah mengundurkan diri dari jabatan Panglima Angkatan Bersenjata Selandia Baru atau Chief of Defence Force pada Jumat (23/10/2026). Pengunduran diri tersebut dilakukan setelah Davies mengakui pernah menjalin hubungan yang dinilainya tidak pantas ketika masih memegang posisi komando dalam satuan militer. Ia juga mengakui telah melakukan kesalahan karena tidak mengungkapkan hubungan tersebut ketika memiliki kesempatan. Keputusan itu mengakhiri masa kepemimpinannya di posisi tertinggi militer Selandia Baru yang dimulai pada Juni 2024. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena menyangkut persoalan integritas dan tanggung jawab seorang pemimpin militer.

New Zealand Defence Force

+1

Tony Davies merupakan perwira senior Angkatan Udara Selandia Baru yang lahir di Whangārei pada 1966. Ia memulai karier militernya pada 1984 dengan bergabung bersama Royal New Zealand Air Force atau RNZAF. Selama lebih dari empat dekade pengabdian, Davies menjalani berbagai penugasan operasional, kepemimpinan, dan perencanaan strategis pertahanan. Ia dikenal memiliki pengalaman luas sebagai pilot sekaligus instruktur penerbangan militer. Sepanjang kariernya, Davies mencatat sekitar 7.000 jam terbang menggunakan berbagai pesawat, termasuk Hercules, Andover, Boeing 727, dan Boeing 757.

New Zealand Defence Force

+1

Pengalaman militer Davies mencakup keterlibatan dalam operasi internasional pada masa Perang Teluk ketika ia menerbangkan pesawat Hercules untuk mendukung misi koalisi pembebasan Kuwait. Ia juga pernah terlibat dalam operasi penyelamatan medis di Antarktika pada musim dingin 1998. Misi tersebut dilakukan untuk mengevakuasi seorang warga Amerika Serikat yang mengalami kondisi kesehatan kritis dari kawasan McMurdo Station. Atas kontribusinya dalam operasi tersebut, Davies menerima penghargaan Member of the New Zealand Order of Merit pada 1999. Penghargaan itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier militernya.

New Zealand Defence Force

+1

Dalam bidang pendidikan militer, Davies mengikuti berbagai program pengembangan kepemimpinan dan strategi pertahanan internasional. Ia menyelesaikan pendidikan di United States Air Force Air Command and Staff Course, Maxwell Air Force Base, Alabama, pada 2000. Davies kemudian mengikuti pendidikan di Royal College of Defence Studies, London, yang diselesaikannya pada 2013. Pengalaman pendidikan tersebut memperkuat pemahamannya mengenai perencanaan operasi, kebijakan keamanan, dan kepemimpinan organisasi pertahanan. Bekal itu mendukung perjalanan kariernya menuju sejumlah jabatan strategis di lingkungan militer Selandia Baru.

Sebelum menjabat panglima militer, Davies pernah memimpin Skuadron 40 yang mengoperasikan pesawat Hercules dan Boeing 757 pada periode 2003 hingga 2007. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan penting, termasuk komandan pangkalan udara Auckland dan pejabat yang menangani komitmen strategis serta intelijen pertahanan. Pada 2016, Davies dipercaya menjadi Kepala Angkatan Udara Selandia Baru sebelum diangkat sebagai Wakil Panglima Angkatan Bersenjata pada 2018. Kariernya mencapai posisi tertinggi ketika ia resmi dilantik sebagai Chief of Defence Force pada 6 Juni 2024. Dalam jabatan tersebut, Davies bertanggung jawab memimpin unsur angkatan darat, laut, dan udara sekaligus menjadi penasihat utama pemerintah dalam urusan militer.

New Zealand Defence Force

+1

Kontroversi yang menyebabkan pengunduran dirinya mencuat setelah Davies menyampaikan pengakuan mengenai hubungan yang terjadi ketika ia masih memiliki kewenangan komando. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut keputusan mundur berkaitan dengan kesalahan penilaian pada masa lalu yang bertentangan dengan nilai-nilai institusi pertahanan. Davies menyampaikan penyesalan karena tidak mengungkapkan hubungan tersebut lebih awal. Meski demikian, pihak militer tidak menjelaskan identitas orang yang terlibat, waktu terjadinya hubungan, maupun rincian keadaan yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, belum terdapat informasi resmi yang cukup untuk menarik kesimpulan lebih jauh mengenai bentuk pelanggaran yang terjadi.

New Zealand Defence Force

+1

Menteri Pertahanan Selandia Baru Paul Goldsmith membenarkan bahwa Davies telah menyampaikan keputusan pengunduran diri yang berlaku segera. Goldsmith menyatakan persoalan tersebut berkaitan dengan integritas dan informasi yang sebelumnya tidak diungkapkan oleh Davies. Pemerintah menilai kondisi itu membuat Davies tidak dapat lagi mempertahankan jabatannya sebagai pemimpin tertinggi angkatan bersenjata. Meski mengakui kontribusi Davies selama 42 tahun bertugas, Goldsmith menyebut keadaan yang menyebabkan pengunduran diri tersebut akan mengecewakan banyak personel militer. Persoalan itu selanjutnya diserahkan kepada Inspector-General of Defence untuk menjalani pemeriksaan independen.

The Beehive

+1

Pengunduran diri Tony Davies juga mendorong pergantian sementara kepemimpinan Angkatan Bersenjata Selandia Baru. Kepala Angkatan Darat Mayor Jenderal Rose King ditunjuk menjalankan tugas panglima hingga Minggu (25/10/2026), sebelum tanggung jawab tersebut dialihkan kepada Wakil Panglima Laksamana Muda Mat Williams. Langkah transisi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas pertahanan negara. Sementara itu, pemeriksaan independen diharapkan dapat memperjelas persoalan yang melatarbelakangi pengunduran diri Davies tanpa mendahului hasil penyelidikan. Kasus ini menjadi perhatian terhadap pentingnya transparansi, integritas, dan standar perilaku profesional dalam struktur kepemimpinan militer.

The Beehive

+1