Jakarta, 11 September 2026 – Keluarga, kerabat, dan warga sekitar menggelar doa bersama untuk keselamatan fotografer iNews Yudistiro Pranoto yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda. Yudistiro merupakan salah satu jurnalis yang berada dalam rombongan peliputan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum komunikasi dengan kapal yang mereka gunakan terputus. Di tengah operasi pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan, keluarga berusaha menjaga harapan agar Yudistiro dan seluruh anggota rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dukungan dari tetangga dan kerabat juga terus mengalir ke kediaman keluarga. Doa bersama menjadi bentuk solidaritas sekaligus penguat bagi keluarga yang menunggu kepastian mengenai keberadaan Yudistiro.
Suasana haru terlihat ketika warga berkumpul bersama keluarga untuk memanjatkan doa. Mereka berharap operasi pencarian segera mendapatkan petunjuk mengenai posisi kapal maupun para penumpangnya. Sejumlah kerabat yang mengenal Yudistiro juga datang memberikan dukungan secara langsung kepada keluarga. Kebersamaan tersebut dinilai penting karena proses menunggu kabar dari lokasi pencarian menjadi situasi yang sangat berat. Keluarga berusaha tetap tenang sambil terus mengikuti perkembangan informasi dari petugas.
Bagi keluarga, setiap kabar yang datang dari Selat Sunda menjadi perhatian besar. Mereka terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi SAR. Meski pencarian telah berlangsung beberapa hari, keluarga masih mempertahankan keyakinan bahwa Yudistiro dapat ditemukan selamat. Tidak adanya kepastian mengenai keberadaan rombongan membuat harapan tersebut terus dijaga. Keluarga juga meminta masyarakat ikut mendoakan seluruh orang yang masih dicari, bukan hanya Yudistiro.
Yudistiro diketahui berangkat bersama sejumlah jurnalis untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Rombongan menggunakan kapal cepat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju perairan di sekitar gunung api tersebut. Perjalanan itu merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi kawasan setelah peningkatan aktivitas vulkanik. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus ketika mereka berada di perairan Selat Sunda. Upaya menghubungi kembali melalui sarana komunikasi tidak menghasilkan kepastian mengenai posisi mereka.
Lima jurnalis yang berada dalam pencarian terdiri atas Yudistiro Pranoto, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Firman Daus, dan Donal Husni. Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya dalam rombongan kapal. Mereka adalah Warta yang bertugas sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang menjadi pemandu perjalanan. Dengan demikian, total delapan orang menjadi fokus operasi pencarian tim SAR gabungan. Seluruh keluarga dari orang-orang yang hilang terus menunggu kabar dari petugas.
Operasi pencarian telah diperluas dengan melibatkan berbagai unsur dan sarana. Basarnas mengerahkan kapal penyelamat, sementara TNI Angkatan Laut memperkuat operasi dengan sejumlah kapal perang. Kapal patroli dan perahu cepat dari berbagai instansi juga menyisir sektor yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan arus laut. Tim melakukan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga sejumlah pulau yang berada di kawasan Selat Sunda. Setiap sektor diperiksa untuk menemukan kapal, barang terapung atau petunjuk lain yang mungkin berkaitan dengan rombongan.
Pencarian juga mendapatkan tambahan kekuatan dari udara setelah kondisi memungkinkan dilakukannya penerbangan. Helikopter Dauphin HR-3604 dikerahkan untuk membantu memantau wilayah pencarian yang sulit dijangkau secara cepat melalui kapal. Kehadiran helikopter memungkinkan petugas melihat area laut yang lebih luas dan memberikan informasi kepada unsur permukaan apabila ditemukan objek mencurigakan. Drone termal juga digunakan untuk mendukung pemantauan pada sejumlah sektor. Kombinasi pencarian laut dan udara diharapkan memperbesar peluang mendapatkan petunjuk baru.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan operasi. Sebaran abu sebelumnya sempat membatasi pemanfaatan sarana udara karena dapat membahayakan penerbangan. Tim SAR harus menyesuaikan pergerakan dengan informasi mengenai kondisi gunung, arah angin dan sebaran material vulkanik. Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama meskipun pencarian dilakukan dengan skala besar. Ketika kondisi udara membaik, penggunaan helikopter kemudian dapat dimaksimalkan untuk memperluas penyisiran.
Kondisi Selat Sunda juga memberikan tantangan tersendiri. Arus laut dapat menyebabkan kapal kecil atau objek terapung bergeser cukup jauh dari titik terakhir yang diperkirakan. Tim SAR karena itu tidak hanya mencari pada jalur yang seharusnya dilalui rombongan, tetapi juga memperhitungkan kemungkinan pergerakan berdasarkan arus dan angin. Perhitungan tersebut terus diperbarui seiring bertambahnya waktu pencarian. Informasi dari nelayan maupun kapal yang melintas juga menjadi penting untuk memperluas pengamatan.
Di tengah upaya tersebut, keluarga Yudistiro memilih terus memberikan dukungan terhadap proses pencarian. Mereka memahami tim gabungan bekerja dalam kondisi yang tidak mudah dan wilayah operasi yang luas. Doa bersama yang dilakukan warga menjadi salah satu cara keluarga menjaga kekuatan selama menunggu. Tetangga juga berusaha memastikan keluarga tidak menghadapi masa sulit tersebut sendirian. Dukungan diberikan melalui kehadiran, doa maupun bantuan kebutuhan sehari-hari selama keluarga fokus mengikuti perkembangan pencarian.
Bagi rekan-rekan seprofesi, hilangnya Yudistiro dan empat jurnalis lainnya juga menjadi pengingat mengenai risiko yang dapat muncul ketika melakukan peliputan di kawasan bencana. Jurnalis lapangan kerap harus berada dekat dengan lokasi kejadian untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun, kondisi gunung api aktif, perairan terbuka dan perubahan cuaca dapat menghadirkan risiko yang sulit diprediksi. Keselamatan pekerja media karena itu menjadi perhatian besar selama operasi pencarian berlangsung. Sejumlah organisasi dan komunitas jurnalis turut menyampaikan dukungan kepada keluarga.
Harapan keluarga tetap sama sejak kabar hilang kontak pertama kali diterima, yakni Yudistiro dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Mereka belum ingin membangun kesimpulan mengenai kondisinya selama operasi SAR masih berjalan dan belum ada kepastian dari petugas. Setiap perkembangan pencarian terus ditunggu dengan penuh perhatian. Kehadiran tetangga dan kerabat membantu keluarga mempertahankan semangat dalam menghadapi ketidakpastian. Doa bersama juga ditujukan kepada seluruh anggota rombongan yang masih dicari.
Operasi pencarian di Selat Sunda akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan yang tersedia dan mempertimbangkan kondisi lapangan. Tim gabungan masih berusaha menemukan petunjuk yang dapat mempersempit lokasi pencarian delapan orang tersebut. Sementara petugas bekerja di laut dan udara, keluarga Yudistiro Pranoto bersama tetangga serta kerabat terus menjaga harapan dari rumah. Mereka berharap kabar yang dinantikan segera datang dan seluruh rombongan dapat ditemukan dengan selamat. Solidaritas warga menjadi sumber kekuatan bagi keluarga dalam melewati hari-hari penuh penantian tersebut.