Jakarta, 18 Mei 2026 – Upaya mewujudkan swasembada pangan kembali mendapat perhatian melalui gerakan pemanfaatan lahan tidur di wilayah Cirebon yang melibatkan Bulog, petani muda, dan pemerintah daerah. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus menghidupkan kembali lahan yang selama ini tidak produktif. Di tengah tantangan ketahanan pangan global dan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat, berbagai daerah mulai mendorong optimalisasi lahan pertanian agar tidak terus berkurang akibat alih fungsi lahan. Kehadiran generasi muda dalam sektor pertanian juga menjadi sorotan karena dianggap membawa semangat baru dalam modernisasi pertanian dan penguatan produksi pangan nasional.
Pengamat pertanian menjelaskan pemanfaatan lahan tidur memiliki potensi besar dalam mendukung target swasembada pangan apabila dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Banyak wilayah di Indonesia sebenarnya masih memiliki lahan yang dapat dioptimalkan untuk produksi pertanian, namun terkendala persoalan modal, irigasi, tenaga kerja, hingga minimnya regenerasi petani. Dalam konteks Cirebon, keterlibatan Bulog dinilai penting untuk membantu memastikan penyerapan hasil panen sekaligus menjaga stabilitas distribusi pangan di tingkat petani. Dukungan kelembagaan seperti ini dianggap dapat meningkatkan kepercayaan petani untuk kembali mengelola lahan secara produktif.
Selain penguatan produksi, munculnya petani muda dalam program pertanian juga menjadi perhatian besar di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor agraria. Pengamat sosial pedesaan menyebut banyak anak muda sebelumnya menganggap pertanian sebagai sektor yang kurang menjanjikan secara ekonomi dibanding pekerjaan perkotaan. Namun perkembangan teknologi pertanian modern, akses pasar digital, dan meningkatnya perhatian terhadap ketahanan pangan mulai mengubah pandangan tersebut secara perlahan. Kehadiran petani muda dinilai penting karena mereka lebih terbuka terhadap inovasi seperti penggunaan teknologi digital, mekanisasi pertanian, hingga strategi pemasaran hasil panen yang lebih modern.
Kebangkitan lahan tidur juga dianggap memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat desa. Pengamat ekonomi daerah menjelaskan peningkatan aktivitas pertanian dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan ekonomi pedesaan secara keseluruhan. Selain itu, pengelolaan lahan yang produktif juga membantu menjaga ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Dalam situasi global yang masih penuh ketidakpastian, penguatan produksi pangan dari tingkat desa dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Gerakan membangkitkan lahan tidur di Cirebon kini menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan generasi muda dapat menghadirkan harapan baru bagi sektor pertanian Indonesia. Banyak pihak berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai daerah lain yang memiliki potensi lahan belum tergarap secara optimal. Di tengah tantangan pangan dan perubahan ekonomi global, penguatan sektor pertanian berbasis desa dinilai akan tetap menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan nasional.