Yeosu, 5 November 2026 – Dua wakil Indonesia, Alwi Farhan dan Mutiara Ayu Puspitasari, harus mengakhiri perjuangan mereka pada babak 16 besar Korea Open 2026. Keduanya tersingkir setelah menjalani pertandingan sengit selama tiga gim di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026). Alwi yang tampil sebagai unggulan keempat dikalahkan wakil Taiwan, Wang Po-Wei, dengan skor 21-17, 23-25, dan 15-21. Sementara itu, Mutiara Ayu harus mengakui keunggulan pemain Taiwan lainnya, Lin Hsiang Ti, dengan skor 20-22, 21-19, dan 13-21. Hasil tersebut membuat Indonesia kehilangan dua wakil dari sektor tunggal dalam persaingan menuju perempat final.
Alwi Farhan sebenarnya mengawali pertandingan dengan penampilan cukup menjanjikan ketika menghadapi Wang Po-Wei. Pemain muda Indonesia tersebut mampu memberikan tekanan melalui variasi serangan dan permainan cepat sejak awal gim pertama. Persaingan berlangsung ketat karena kedua pemain saling mengejar perolehan angka hingga kedudukan 13-12 untuk keunggulan Alwi. Memasuki fase akhir gim, Alwi tetap mampu mempertahankan konsentrasi meskipun lawannya berusaha mengejar ketertinggalan. Keunggulan tipis 18-17 berhasil dimanfaatkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Wang. Alwi akhirnya mengamankan gim pembuka dengan kemenangan 21-17 dan membuka peluang melangkah ke babak berikutnya.
Memasuki gim kedua, Wang Po-Wei mulai memperlihatkan perubahan strategi dengan meningkatkan intensitas serangan. Pemain Taiwan tersebut sempat unggul 8-5 sebelum Alwi berusaha memperkecil selisih angka melalui permainan yang lebih agresif. Pertandingan kemudian berlangsung semakin menegangkan karena kedua pemain saling bergantian memperoleh poin. Alwi mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan memasuki fase deuce setelah kedudukan mencapai 20-20. Namun, Wang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan pada poin-poin kritis. Alwi akhirnya kehilangan gim kedua dengan skor tipis 23-25 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Alwi Farhan kembali berusaha mengambil kendali permainan, tetapi Wang Po-Wei tampil lebih konsisten. Wakil Taiwan tersebut mampu membangun keunggulan sejak awal dan memimpin 11-6 ketika interval. Alwi mencoba bangkit dengan mempercepat tempo permainan serta meningkatkan variasi pukulan untuk mengganggu pertahanan lawan. Upayanya sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 15-17 dan memberikan harapan untuk membalikkan keadaan. Namun, Wang berhasil mempertahankan momentum dengan meraih sejumlah poin penting menjelang akhir pertandingan. Alwi akhirnya menyerah 15-21 setelah melalui pertandingan yang berlangsung sekitar 91 menit. Kekalahan tersebut memastikan langkah unggulan keempat itu terhenti sebelum mencapai babak delapan besar.
Seusai pertandingan, Alwi mengakui bahwa hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapannya. Ia menilai persiapan menuju Korea Open 2026 belum sepenuhnya maksimal sehingga memengaruhi kemampuannya mempertahankan kualitas permainan sepanjang pertandingan. Alwi juga menyoroti pentingnya meningkatkan daya tahan fisik agar mampu menghadapi pertandingan panjang dengan intensitas tinggi. Menurut evaluasinya, latihan kardio dan pengelolaan kondisi tubuh menjadi aspek yang perlu diperbaiki sebelum mengikuti turnamen berikutnya. Meski kecewa, Alwi tetap mengapresiasi perjuangannya karena telah berusaha memberikan kemampuan terbaik. Ia berencana menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi menjelang turnamen di Kumamoto, Jepang.
Nasib serupa dialami Mutiara Ayu Puspitasari ketika menghadapi Lin Hsiang Ti pada sektor tunggal putri. Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama karena kedua pemain sama-sama berusaha menguasai permainan melalui serangan cepat dan penempatan bola. Mutiara sempat tertinggal 13-15 sebelum meningkatkan tekanan untuk mengejar perolehan angka. Persaingan kemudian berlanjut hingga fase akhir gim dengan selisih poin yang sangat tipis. Namun, Lin berhasil memanfaatkan kesempatan pada momen penentuan dan mengamankan gim pertama dengan skor 22-20. Mutiara tidak menyerah dan tampil lebih agresif pada gim kedua untuk mengubah jalannya pertandingan. Usahanya membuahkan hasil setelah memenangkan gim kedua dengan skor 21-19 sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Pada gim penentuan, Mutiara Ayu berusaha mempertahankan momentum positif yang diperoleh sebelumnya. Akan tetapi, Lin Hsiang Ti mampu meningkatkan konsistensi permainan dan lebih efektif dalam mengendalikan arah serangan. Mutiara beberapa kali mencoba mengembangkan permainan untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi tekanan lawan membuatnya kesulitan mengumpulkan poin secara beruntun. Lin akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13 dan memastikan tempat di perempat final. Kekalahan tersebut menjadi hasil yang mengecewakan bagi Mutiara setelah sebelumnya berhasil menunjukkan perjuangan hingga tiga gim. Meski demikian, penampilannya tetap memberikan pengalaman penting dalam menghadapi pemain internasional dengan karakter permainan berbeda.
Tersingkirnya Alwi Farhan dan Mutiara Ayu Puspitasari menjadi tantangan bagi kontingen Indonesia dalam melanjutkan perjuangan di Korea Open 2026. Kedua pemain sebenarnya memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh setelah mampu memenangkan masing-masing satu gim dalam pertandingan babak 16 besar. Namun, konsistensi permainan dan kemampuan menjaga kondisi fisik menjadi faktor yang perlu diperbaiki untuk menghadapi persaingan tingkat internasional. Indonesia masih memiliki wakil lain yang berusaha mempertahankan peluang menuju babak berikutnya, termasuk Anthony Sinisuka Ginting di sektor tunggal putra. Korea Open 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 8 November 2026, dengan pertandingan final sebagai penutup turnamen. Hasil pertandingan Alwi dan Mutiara diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan menghadapi turnamen berikutnya. Dengan persaingan yang semakin ketat, kemampuan menjaga fokus pada poin-poin penting akan menjadi salah satu kunci bagi pebulu tangkis Indonesia untuk meraih hasil lebih baik.