Jakarta, 1 November 2026 – India mencatat pencapaian besar dalam upaya pengentasan kemiskinan setelah sekitar 496 juta penduduknya diperkirakan berhasil keluar dari kategori kemiskinan berdasarkan standar negara berpendapatan menengah ke bawah sepanjang periode 2011 hingga 2023. Pencapaian tersebut terungkap dalam laporan Bank Dunia mengenai kondisi kemiskinan dan pemerataan ekonomi India yang diterbitkan pada Oktober 2026. Berdasarkan penghitungan menggunakan ambang pengeluaran sebesar 4,20 dolar AS per orang per hari berdasarkan paritas daya beli 2021, tingkat kemiskinan India turun dari 57,7 persen pada 2011 menjadi 16,1 persen pada 2023. Penurunan sebesar 41,6 poin persentase tersebut menunjukkan perubahan besar dalam kondisi ekonomi masyarakat di negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia itu. Keberhasilan tersebut dikaitkan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, peningkatan kesempatan kerja, serta perluasan program perlindungan sosial yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Meski demikian, pencapaian tersebut tidak berarti seluruh persoalan kemiskinan telah terselesaikan karena kesenjangan pendapatan, kualitas pekerjaan, dan perbedaan pembangunan antarwilayah masih menjadi tantangan bagi pemerintah India.
Perubahan kondisi kemiskinan India berlangsung seiring dengan transformasi ekonomi yang terjadi selama lebih dari satu dekade terakhir. Pertumbuhan aktivitas ekonomi membuka peluang pekerjaan di berbagai sektor, termasuk perdagangan, jasa, manufaktur, konstruksi, dan kegiatan ekonomi pedesaan. Peningkatan konsumsi rumah tangga turut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkurangnya jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mencatat bahwa tingkat kemiskinan ekstrem berdasarkan ambang pengeluaran 3 dolar AS per hari mengalami penurunan dari 27,1 persen menjadi sekitar 2,6 persen sepanjang periode pengamatan. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang sebelumnya berada dalam kondisi kemiskinan paling berat mengalami perbaikan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, penggunaan beberapa ambang kemiskinan yang berbeda juga memperlihatkan bahwa keberhasilan melewati satu batas pengeluaran belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi yang sepenuhnya aman dari risiko kemiskinan.
Salah satu faktor penting dalam penurunan kemiskinan India adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif. Sepanjang 2017 hingga 2023, jumlah penduduk yang bekerja dilaporkan bertambah sekitar 134 juta orang, dengan kontribusi besar berasal dari peningkatan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan. Bertambahnya anggota keluarga yang memperoleh penghasilan dapat membantu meningkatkan kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran lainnya. Perubahan tersebut juga menunjukkan pentingnya perluasan akses pekerjaan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan kesempatan ekonomi. Meski jumlah tenaga kerja meningkat, laporan tersebut mengingatkan bahwa sebagian pertumbuhan lapangan pekerjaan masih terkonsentrasi pada aktivitas dengan produktivitas relatif rendah. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pekerja perlu diikuti dengan perbaikan kualitas pekerjaan, produktivitas, dan pendapatan agar masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan tidak kembali mengalami kesulitan ekonomi.
Selain pertumbuhan ekonomi, perluasan program perlindungan sosial menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan India menurunkan tingkat kemiskinan. Pemerintah India menjalankan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan bantuan pangan, penyediaan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas publik. Program subsidi pangan membantu rumah tangga berpenghasilan rendah mengurangi tekanan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, terutama ketika harga bahan makanan mengalami perubahan. Sementara itu, pembangunan fasilitas sanitasi, perluasan jaringan listrik, dan peningkatan akses air bersih berkontribusi terhadap perbaikan kondisi kehidupan masyarakat. Upaya tersebut memperlihatkan bahwa pengentasan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga dengan kemampuan masyarakat memperoleh layanan dasar yang mendukung kualitas hidup. Efektivitas program perlindungan sosial tetap membutuhkan pengawasan agar bantuan menjangkau kelompok yang membutuhkan dan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Perbaikan kondisi masyarakat India juga terlihat melalui indikator kemiskinan multidimensi yang mengukur keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar kehidupan. Berdasarkan pengukuran yang digunakan dalam kajian pembangunan internasional, tingkat kemiskinan multidimensi India turun dari 53,8 persen pada periode 2005–2006 menjadi 16,4 persen pada periode 2019–2021. Penurunan tersebut menggambarkan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui ukuran pendapatan atau konsumsi semata. Dalam pengukuran nasional India, penurunan kemiskinan multidimensi juga terlihat dari membaiknya indikator akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Perluasan pendidikan memiliki peran penting karena tingkat pendidikan berkaitan dengan kesempatan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Meski demikian, tantangan masih ditemukan pada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan pendidikan, aset produktif, dan akses terhadap pekerjaan dengan penghasilan stabil. Kondisi tersebut memperlihatkan perlunya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan angka kemiskinan, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat mempertahankan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Di balik pencapaian tersebut, Bank Dunia mencatat bahwa kemiskinan di India masih memperlihatkan perbedaan yang cukup besar antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Berdasarkan ambang pengeluaran 4,20 dolar AS per hari, tingkat kemiskinan di pedesaan tercatat sekitar 19,3 persen, sedangkan di perkotaan mencapai 8,6 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa masyarakat pedesaan masih menghadapi tantangan lebih besar dalam memperoleh akses terhadap pekerjaan produktif, infrastruktur, dan peluang peningkatan pendapatan. Sekitar 57 persen penduduk miskin India juga terkonsentrasi pada kawasan geografis yang membentang dari Uttar Pradesh hingga Benggala Barat. Selain persoalan wilayah, kesenjangan pendapatan antarkelompok pekerja masih menjadi perhatian karena penghasilan kelompok pekerja teratas jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok berpendapatan rendah. Bank Dunia juga memperkirakan bahwa tingkat kemiskinan berdasarkan ambang 4,20 dolar AS per hari dapat terus menurun menjadi sekitar 12,1 persen pada 2028, meskipun proyeksi tersebut masih bergantung pada perkembangan ekonomi dan pasar tenaga kerja. Pemerintah India dengan demikian menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berikutnya mampu menjangkau wilayah serta kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal.
Keberhasilan India mengurangi jumlah penduduk miskin hingga sekitar 496 juta jiwa memberikan gambaran mengenai pentingnya kombinasi pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Angka tersebut merupakan estimasi penurunan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan standar pengeluaran tertentu selama periode 2011 hingga 2023, bukan jumlah penduduk yang keluar dari kemiskinan hanya dalam satu tahun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa perubahan berskala besar dapat terjadi ketika peningkatan aktivitas ekonomi berjalan bersama kebijakan yang memperluas akses terhadap kebutuhan dasar. Namun, keberhasilan menurunkan tingkat kemiskinan perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan tenaga kerja, produktivitas usaha, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Ketahanan ekonomi rumah tangga juga menjadi aspek penting karena perubahan harga pangan, kehilangan pekerjaan, dan tekanan ekonomi dapat membuat kelompok masyarakat rentan kembali berada di bawah garis kemiskinan. Dalam beberapa tahun mendatang, keberlanjutan kemajuan India akan sangat ditentukan oleh kemampuan menciptakan pekerjaan yang lebih produktif sekaligus menjaga efektivitas program bantuan bagi kelompok berpenghasilan rendah. Pengalaman India memperlihatkan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kebijakan jangka panjang yang saling terhubung, dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai dua tujuan yang harus dicapai secara bersamaan.