Jakarta, 3 Agustus 2026 – Berbagai anggapan mengenai pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih banyak beredar di tengah masyarakat. Sebagian informasi berkembang dari pengalaman pribadi, sementara lainnya muncul melalui media sosial tanpa disertai penjelasan yang utuh. Kondisi tersebut membuat tidak sedikit pengguna kendaraan mempercayai hal-hal yang sebenarnya belum tentu sesuai dengan fakta maupun standar operasional yang diterapkan di SPBU. Memahami informasi yang benar mengenai proses pengisian BBM menjadi penting agar masyarakat dapat menggunakan layanan SPBU secara lebih aman, nyaman, dan sesuai prosedur.
Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa mengisi BBM pada pagi hari selalu menghasilkan volume bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan siang atau sore hari. Kenyataannya, SPBU menggunakan tangki penyimpanan bawah tanah yang dirancang untuk menjaga suhu bahan bakar tetap stabil sehingga perubahan suhu udara di permukaan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap volume BBM yang disalurkan kepada konsumen. Selain itu, alat ukur pada dispenser telah dikalibrasi sesuai standar sehingga jumlah BBM yang keluar tetap mengacu pada ukuran yang telah ditetapkan.
Anggapan lain yang juga cukup sering dipercaya adalah bahwa menggoyangkan kendaraan saat pengisian dapat membuat tangki terisi lebih banyak. Pada praktiknya, pengisian BBM dilakukan berdasarkan volume yang diukur langsung oleh dispenser, sehingga posisi kendaraan maupun gerakan yang dilakukan tidak memengaruhi jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam tangki. Pengisian tetap mengikuti kapasitas tangki kendaraan dan sistem pengukuran yang telah dikalibrasi. Oleh karena itu, tindakan tersebut tidak memberikan manfaat terhadap jumlah BBM yang diterima pengguna.
Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa mengisi BBM hingga tangki benar-benar penuh setiap saat merupakan pilihan terbaik. Padahal, setiap kendaraan memiliki ruang udara di dalam tangki yang berfungsi mengakomodasi pemuaian bahan bakar akibat perubahan suhu. Mengisi tangki secara berlebihan hingga melampaui kapasitas yang direkomendasikan berpotensi memengaruhi sistem penguapan bahan bakar pada beberapa jenis kendaraan modern. Karena itu, mengikuti batas pengisian yang disarankan oleh pabrikan kendaraan menjadi langkah yang lebih tepat untuk menjaga kinerja sistem bahan bakar.
Anggapan bahwa semua jenis BBM memiliki kualitas yang sama juga perlu dipahami secara lebih tepat. Setiap jenis BBM memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk nilai oktan atau cetane yang disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan tertentu. Menggunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat membantu mesin bekerja secara optimal, meningkatkan efisiensi pembakaran, serta menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang. Pemilihan jenis bahan bakar sebaiknya didasarkan pada spesifikasi kendaraan, bukan semata-mata pada harga atau kebiasaan penggunaan.
Selain itu, masih ada anggapan bahwa mematikan mesin kendaraan saat mengisi BBM hanya bersifat formalitas. Padahal, prosedur tersebut merupakan bagian dari standar keselamatan yang diterapkan untuk mengurangi risiko terjadinya percikan api maupun potensi bahaya lainnya selama proses pengisian berlangsung. Pengguna kendaraan juga dianjurkan untuk tidak menggunakan perangkat elektronik tertentu atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu proses pengisian demi menjaga keselamatan bersama. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting dari operasional SPBU.
Pengamat otomotif menjelaskan bahwa banyak informasi mengenai pengisian BBM berkembang dari pengalaman yang belum tentu didukung oleh fakta teknis. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan memperoleh informasi dari sumber yang kredibel, termasuk buku petunjuk kendaraan, produsen kendaraan, maupun pengelola SPBU. Pemahaman yang benar mengenai sistem bahan bakar modern akan membantu pengguna kendaraan menghindari kebiasaan yang tidak memberikan manfaat bahkan berpotensi mengganggu performa kendaraan. Edukasi yang berkelanjutan juga dinilai penting agar berbagai anggapan yang keliru tidak terus berkembang di masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi otomotif, sistem pengisian dan distribusi BBM di SPBU juga terus mengalami peningkatan melalui penggunaan peralatan yang telah memenuhi standar pengukuran dan keselamatan. Pemeriksaan berkala terhadap dispenser, kalibrasi alat ukur, serta pengawasan operasional menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan memahami fakta di balik berbagai anggapan yang selama ini berkembang, pengguna kendaraan dapat melakukan pengisian BBM secara lebih bijaksana serta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pengetahuan yang benar tidak hanya membantu menjaga performa kendaraan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan selama menggunakan layanan SPBU.