Jakarta, 24 Mei 2026 – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional setelah terjadinya blackout atau pemadaman listrik besar di sejumlah wilayah Sumatera. Gangguan listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat, layanan publik, transportasi, hingga operasional pelaku usaha di berbagai daerah. Pengamat energi menjelaskan bahwa pemadaman listrik berskala besar menunjukkan pentingnya penguatan sistem ketahanan energi nasional, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang pesat seperti Sumatera.
Menurut Eddy Soeparno, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan sistem kelistrikan nasional memiliki keandalan yang lebih baik dan mampu mengantisipasi gangguan besar di masa mendatang. Ia menilai pemadaman massal tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar apabila terjadi dalam durasi panjang. Pengamat kebijakan energi menjelaskan bahwa jaringan kelistrikan modern sangat bergantung pada stabilitas sistem distribusi dan pembangkit, sehingga gangguan pada satu titik strategis dapat memicu efek berantai ke berbagai wilayah apabila sistem pengaman tidak bekerja optimal.
Blackout di Sumatera sebelumnya menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat terganggu mulai dari layanan transportasi, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga operasional UMKM yang bergantung penuh pada pasokan listrik. Pengamat ekonomi daerah menjelaskan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik saat ini sangat tinggi karena hampir seluruh aktivitas ekonomi dan layanan publik telah terhubung dengan sistem digital dan perangkat elektronik. Karena itu, gangguan listrik berkepanjangan dapat memengaruhi produktivitas ekonomi sekaligus menurunkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, pengamat infrastruktur energi menilai kejadian blackout menjadi pengingat penting bahwa modernisasi sistem kelistrikan nasional harus terus dipercepat. Selain peningkatan kapasitas pembangkit, sistem transmisi dan distribusi juga perlu diperkuat agar lebih tahan terhadap gangguan teknis maupun kondisi cuaca ekstrem. Pengembangan smart grid, sistem cadangan energi, dan integrasi teknologi pemantauan real-time disebut menjadi bagian penting dalam menciptakan jaringan listrik yang lebih stabil dan responsif terhadap gangguan.
Dorongan Eddy Soeparno untuk mengevaluasi sistem kelistrikan nasional menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap ketahanan energi sebagai bagian penting pembangunan nasional. Pengamat energi menilai Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang semakin andal untuk mendukung pertumbuhan industri, ekonomi digital, dan aktivitas masyarakat modern yang terus meningkat. Dengan evaluasi menyeluruh dan penguatan infrastruktur energi yang berkelanjutan, diharapkan risiko blackout berskala besar dapat diminimalkan sehingga pasokan listrik nasional menjadi lebih stabil dan aman di masa mendatang.